
Sore itu aku dan adikku masih dirumah sakit menunggu obat sakit kepala resep dari dokter. Adikku masih saja terlihat takut akan kejadian tadi. Aku mengelus-elus rambutnya sambil membisikan: “Sudah, tidak ada yang perlu ditakuti atau dicemaskan.” Dengan nada yang lembut agar adikku tenang kembali.
Adikku kemudian bangun dari pelukanku dengan wajah yang sedikit murung. Aku kembali mengelus-elus kembali rambutnya dan memberikan senyuman terbaikku untuknya. Adikku berangsur-angsur menunjukkan perubahan moodnya. Ia tersenyum mengembang membuat pipi chubbynnya seperti bakpao. Setelah beberapa lama menit, akhirnya obat sakit kepalaku selesai. Kami bergegas menuju mobil untuk pulang kerumah. Aku menempatkan adiku dibangku depan tepat disampingku. Lalu aku masuk kedalam mobil dan siap untuk berkenda. Tiba-tiba tangan adikku menarik lengan baju panjangku. Ku lihat ais dengan ekspresi ketakutan lagi. Lalu, ia pun berkata
“Ibu……” Ucapnya dengan nada lirih.
“Ada apa?ibu sedang bekerja nanti malam dia pulang” Jawabku.
Aku kembali menenangkan adikku. Aku berusaha melepaskan genggaman tangan adikku dari lengan bajuku. Namun, pegangannya sangat kuat sehingga aku tidak tega untuk melepaskannya. Ku biarkan saja dia memegang lengan bajuku, selama itu tidak mengganggu ku berkendara.
Ku nyalakan mesin mobil dan mendiamkannya selama beberapa menit agar mesin mobil siap jalan. Entah mengapa, tiba-tiba suasana berubah menjadi hangat. Membuatku berkeringat padahal AC mobil sudah ku hidupkan dan cuaca pun sedang gerimis. Saat aku akan mulai jalan, ku benarkan terlebih dahulu kaca depan mobil. Tetapi saat aku sedang membenarkan kaca depan, aku melihat bayangan hitam samar-samar dari luar mobil melalui kaca depan tersebut. Aku langsung hidupkan penyeka kaca belakang untuk menghilangkan tetesan-tetesan air. Setelah penyeka kaca itu dihidupkan, bayangan tersebut menghilang. Aku pun menengok kebelakang dan mencari- cari kemana perginya bayangan hitam itu. Sepertinya bayangan tersebut hanya halusinasi ku saja.
Aku biarkan saja, akan tetapi ketika aku kembali menoleh kedepan tiba-tiba suasana berubah menjadi hening dan gelap. Ku lihat ke sampingku ais tidak ada disana, aku panik kemana perginya ais.
“Ais..? Dimana…?” Ucapku panik
Tiba-tiba suara geraman datang dari belakang. Ku lihat melalui kaca depan, sosok itu kembali muncul dibelakang mobil. Ku tengok ke arah bagian belakang, dan dia mulai berjalan lewat arah kiri. Tepat ke posisi ku saat ini. Aku sangat panik dan tegang, nafasku mulai berat dan Keringat mulai bercucuran. Yang dapat ku lakukan saat ini hanyalah meminta pertolongan kepada Allah, ku lantunkan ayat suci didalam hati berharap semua ini berakhir. Aku memejamkan mata dan terus berdoa. Saat aku kembali membuka mataku, bayangan tersebut menghilang. Aku mulai bernafas lega. tetapi, tiba-tiba…
GRAABB!!!!!
Bayangan hitam itu tiba-tiba berada dibelakangku dan mencengkram kepalaku. Saat itu aku berusaha untuk lepas darinya.
“Hahhhhh…hah…” Aku terbangun dengan nafas yang terengoh-engoh dan keringat yang bercucuran. Ku lihat kesekeliling dan suasana mulai kembali normal dan adikku kembali berada disampingku.
“Hahh..hah..hah..” Suara nafasku yang terengoh-engoh sambil mengelus dada.
“Kak, Kaka.. Ke..Kenapa?” Tanya adikku. Aku pun langsung memeluknya dengan erat.
“Kakak a..anehhh!” Kata adikku.
Aku masih tak memahami situasi saat itu. Pikiranku mulai kacau dan kepalaku mulai sakit. Aku pun masih belum bisa menjawab pertanyaan adikku. Lalu, aku lepaskan pelukanku darinya.
“Hah.. Kita pulang yuk, nanti kaka ceritakan dirumah” Jawabku kepadanya sambil tersenyum. Adikku masih menunjukan wajah kebingungannya. Saat itu juga kami langsung pulang kerumah.
Siapakah sosok hitam tersebut?